Saturday, 17 September 2016

Tukang Parkir VS Sarjana Honorer

Tukang Parkir VS Sarjana Honorer 


Kisah Pengalaman Pribadi

Baiklah kisah Nyata ini adalah pengalaman Pribadi Saya Sebagai Pegawai Honorer, Awalnya Saya Adalah Karyawan di Sebuah Perusahaan Yang Bergerak dibidang Pendidikan 'Universitas Swasta' disana Saya bekerja sebagai staff administrasi bagian kemahasiswaan, Waktu itu Saya di Medan Saya Adalah 'Pendatang' di Kota Medan Karena Aslinya Saya Adalah Orang Langkat, Waktu itu Saya Masih Bergaji Ya Terbilang Lumayanlah Namun Suatu Saat Saya 'Terbentur' Masalah, Saat itu Pengeluaran Saya Lebih Banyak Dari Pada Pemasukan Saya seperti Pribahasa Mengatakan 'Besar Pasak Dari Pada Tiang' Akhirnya Mau tidak mau saya harus memilih Resign atau Keluar dari Pekerjaan Saya, Ya Waktu Itu Usia Saya Terbilang Masih Sangat Muda Berhubung Saya Baru Saja Lulus Dari Bangku Perkuliahan dari Salah Satu Kampus Ternama Dikota Tersebut, Kemudian Setelah 'Hengkang' nya saya dari tempat saya bekerja tadi saya mulai 'Kebingungan' dalam menghadapi Pahitnya kenyataan hidup, diluar sana banyak tempat yang saya coba melamar pekerjaan malah ditolak mentah-mentah, alasannya karena jurusan perkulihan saya adalah jurusan yang tidak cocok dengan pekerjaan apapun berhubung saya mengambil jurusan 'Ilmu Perpustakaan' kala itu saya sudah mencoba melamar dibanyak tempat dengan 'Bermodal' Titel Sarjana Muda Saya A.md (Abang Mengangur Dek) Plesetan yang keluar dari segelintir mulut Masyarakat Sombong, Nah saat itu jujur saya katakan sepertinya apa yang orang tabalkan plesetan itu ada benarnya juga, hingga tak terasa sudah 3 Tahun saya menjadi pengangguran, dari Pekerja Kantoran yang kena AC setiap hari hingga pekerja Kasar yang setiap hari makan debu sudah saya jalani, berdagang melakukan apa saja yang bisa saya lakukan, dan saya juga sempat merantau ke ibukota Jakarta, mereka bilang Ibukota lebih kejam dari pada Ibu Tiri dan Mereka Bilang "Siapa Suruh Datang ke Jakarta??" Ada Benarnya juga saya pun akhirnya kembali lagi ketanah kelahiran saya, Saat itu perasaan saya seolah-olah saya ini orang dari Luar Negeri Yang Baru Menginjak Negara "Indonesia" Iya Jujur seperti itulah kampung saya, jauh dari kemakmuran, Ekonominya pasang surut bahkan sering colaps/bangkrut, Nah singkatnya ketika saya kembali lagi pulang ketanah kelahiran saya diluar Negeri itu saya main-main kerumahnya sahabat saya dia mengatakan "Kau jurusan Perpustakaan Kan?, Itu Ada Selebaran Dari Pemda Langkat mereka lagi membutuhkan lulusan yang kau ambil Perpustakaan, Cobak kau tanyak-tanyak sekolah-sekolah SD mana tau ada Lowongan" nah dari sanalah Saya mulai "Mendapatkan" Kembali Pekerjaan dari sebelumnya Salesman yang Ganteng diluarnya Jelek Dalemannya (Kantongnya) Kering Gak Berisi.

Kembali Berkecimpung ke Dunia Pendidikan 

Suatu Hari yang tidak mendung dan tidak hujan cuaca sedang cerah, Ketemulah Saya dengan 'TUKANG PARKIR' Yang Sombong Lagi Kikir, Dia Adalah Tetangga Saya rumahnya persis didepan rumah Saya, Rumahnya tidak terlalu mewah diluar tapi didalamnya kalo kalian masuk mirip rumahnya Pembantu Artis Ternama di Negara Indonesia Hehe.. Lumayanlah..

Suatu Malam Saya sedang berpapasan dengannya disebuah jalan kecil Gang Komplek rumah Saya karena Saya sebelumnya tidak terlalu akrab dengannya ketika dia menegur Saya ya sebagai manusia yang memiliki akhlak dan sopan santun terhadap orang tua ya pastinya saya menjawab sapaannya tadi "Iya Om Ada Yang Bisa Saya Bantu??" Tanyaku, Eh dia malah menyuruhku untuk duduk-duduk di Teras Rumahnya, Sebenarnya Saya rada males sih sebenarnya tapi karena "Menghargai" Ya Udah Saya duduk-duduklah sebentar dirumahnya yang "Mayan" tadi.. Hehe..

Tapi Tiba-Tiba Petir Datang Menyambar 

Bukan Petir Yang Diwaktu Hujan Ya Tapi Ini Petir Yang Menyambar Tepat Didalam Hati, Mengapa tidak awalnya ketika itu kami saling berbasa-basi cerita yang biasa aja lambat laun seperti tumpahan bensin yang dikejar api, api itu kemudian meledakan Tumpukan "Bomb" yang tersusun rapi.

Dia Menanyakan Gaji Saya tapi saya tidak menjawab pertanyaannya karena seperti biasa saya rasa Masyarakat sudah tau berapa Gaji Pegawai Honorer Daerah Seperti Saya Yang Hanya Menerima Gaji Setiap 3 Bulan Sekali, Jangan Kaget Ini Jujur Silahkan Tanyakan Kepada Pemerintah Jika Anda Tidak Percaya Apa Yang Saya Katakan ini, Yang Membuat Saya Merasa Tersulut Kemarahan Saya dan Membuat Saya tidak hormat lagi kepada beliau Pekerja Parkir adalah Kumisnya eh maaf salah deng Kata-Katanya.. Masa dia Bilang Gini "Eh.. Kau ######## Berapa Gaji Kau Kalau Honor?, Hahaha.. 3 Bulan Sekali Pulak Itu Mau Makan Apalah Anak Binimu Nanti?? Kau Liatlah Aku Walaupun Kerja Parkir Gaji Aku Satu Hari Rp,400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah) Kerjanya Cuma Duduk-Duduk Doang Sambil Ngerokok dan Minum Kopi" Huuupppf....Untungnya Sebagai Manusia Beriman Saya Masih Bisa Mengendalikan Emosi Saya, Jujur Saya Merasa Sangat Terpukul dan Merasa Direndahkan Saat Itu Tapi Apalah Mau Dikata Begitulah Kenyataan Hidup Untuk Menjadi Kaya Kalian Enggak Usah Sekolah Tinggi-Tinggi Buang-Buang Waktu dan Banyak Uang Tamat SD Kalian Langsung Cari Lahan Parkir Ya Udah Deh Dapat Duit Rp.400.000 Empat Ratus Ribu Rupiah Per Harinya, Tapi Iyalah Itu Dinegara Kami Sudah Biasa Tapi Tidak Dinegara Kalian Sana Indonesia Jakarta Semuanya Menggunakan Aturan Gak Bisa Sembarangan Buat Usaha Jika Tidak Punya Izin Pemerintah Tapi Kalo Disini Ini Dinegara Kami Langkat Ini Bebas Gak Perlu Pakai Izin-izinan Segala, Gampang Sekali Selesai Tamat SD Gak Pake Baju Modal Sarung Aja Udah Bisa Membuka Usaha ILEGAL.. Sekian Terima Kasih.. Ambil Baiknya Buang Buruknya... Salam Sukses... 

0 comments:

Post a Comment